St Louis Morning Cycling

 

 


Biking not Baking. Perbedaan ketik satu huruf bisa berarti sangat bertolak belakang . Yang pertama membakar kalori, merupakan kegiatan outdoor, dan yang bekerja paling banyak adalah anggota badan kaki, sedangkan  yang kedua justru menimbun kalori, merupakan kegiatan indoor, dan dalam bekerja, anggota badan tangan yang paling berperan. Tapi pesan moralnya adalah , jangan karena merasa telah berolahrga, maka kita punya lisensi untuk bebas mengkonsumsi makanan makanan bergula tinggi sesudahnya.

 

Bersepeda rupanya menjadi trend yang paling rasional dan massal dilakukan oleh masyarakat kota besar untuk lepas dari  destinasi hiburan seperti Browsing Internet, pergi ke mall, nonton TV, mencari hiburan malam dan sejenis lainnya. Orang bisa mempunyai alasan untuk menghindar dari  rekreasi plastis tadi, atas nama besok pagi akan pergi bersepeda………..bersepeda sehat!

 

Mungkin tidak popular di kota kecil orang beramai ramai bersepeda dengan kostum dan sepatu balap, ber helm khusus , menunggang sepeda yang garang dan ber kacamata sport. Mereka  yang di kota kecil, bersepeda karena sepeda adalah alat transport standar. Bahkan di negara Tirai Bambu pun kendaraan ini masih tetap menjadi pilihan utama. Apa kira kira yang dipikirkan  orang yang sehari harinya naik sepeda sebagai kendaraan utama setelah melihat dan mengamati  orang yang naik sepeda dengan santai di jalan raya  dengan kostum balap ?……….ah ternyata orang itu sedang ber rekreasi. Sepeda mereka bukan alat transportasi seperti miliknya, melainkan alat olah raga.

 

Jadi letak rasionalnya adalah, dengan bersepeda, kita bisa membakar kalori  diluar rumah, sehat karena kena udara dan sinar matahari langsung, murah-meriah tanpa terlihat murahan,  bisa dilakoni beramai ramai dengan keluarga dan teman. Kegiatan ini telah ditunjang dengan tanggap dari pemerintah kota. Di beberapa kota besar, telah dikenakan zona khusus bebas mobil pada hari hari libur, sehingga berkendara sepeda sehat lebih aman dan nyaman.

 

Salah satu motivator yang membuat orang orang diperumahan berkelompok dan membangun komunitas bersepeda adalah tak lain dari Perangkatnya. Sepeda sepeda tadi bukan kendaraan yang sederhana lagi. Sepeda bisa diwarnai dengan banyak asesoris yang menyertainya. Belum lagi komponen material kerangka nya, sangat menentukan dari segi ringan-berat bobot nya. Mekaniknya merupakan hasil teknologi yang berkembang sehingga berkorelasi dengan kenyamanan.  Kesemuanya kemudian dibalut menjadi bentuk multi varian komoditi  yang berujung pada diferensiasi harga dan merk.  Menjadi ajang hobby dan diskusi. Menjadi ajang jati diri. Tetapi semuanya tetap dalam kerangka unik dan exiting. Kerangka yang tidak membosankan.

Yang lebih canggih, adalah perkembangan sebagian anggota masyarakat untuk menjadikan sepeda balap diatas,  kembali menjadi alat transpor utama di kota megapolitan. Terobosan mereka di dorong oleh kesadaran atas nama pengurangan emisi karbon atau polusi. Kesadaran akan mengurangi kemacetan atau setidaknya menghindarinya, serta kesadaran perlunya hemat energi, investasi  dan biaya operasional dibandingkan dengan memiliki dan mengendarai mobil. Tanpa perlu merasa rendah diri.

 

Jadi teman teman, Bersepeda adalah wacana masa depan.  Bentuk dan aktifkan komunitas ini.  Bersepeda adalah jawaban atas banyak masalah transportasi dimasa depan. Kita biasakan kembali perilaku yang kita tinggalkan dimasa kecil itu.  Untuk tahap awal kita mulai bersepeda dengan tujuan sederhana, sehat.

 

Minggu, 9 Oktober 2011, pk 6.00, untuk pertama kali kegiatan bersepeda bersama alumni 81, diadakan.

Walaupun hanya 4 orang, yang terdiri dari: Grace (P2), Mei Ing (P6), Pujiono (P4), dan saya sendiri Stevie (P4), kami tetap bersemangat memulai olahraga ini. Ada beberapa teman yang kami coba ajak bergabung, rupanya karena berbagai sebab, masih banyak kendala mereka untuk hadir.

Rute yg kami ambil untuk pertama kali ini, hanya seputar jalan Raya Darmo yang sdh dijadikan area ‘car free day’, sehingga udara segar masih terasa. Karena baru pertama kali nggowes, rute yg demikian ringan ini, terasa cukup melelahkan, tetapi kami sepakat untuk mencari tantangan baru yang lebih besar di minggu-2 berikutnya.

‘St Louis Morning Cycling’ itulah nama kegiatan ini, hari Minggu 16 Oktober 2011, adalah minggu ke-2 kita nggowes, dengan rute daerah perumahan Citraland, di Surabaya Barat. Rute yang benar-2 menantang, kami datang masing-2 dengan membawa mobil, karena jarak yg cukup jauh. Hasilnya bagus sekali, kami menemukan rute yg ‘lain’, sehingga lebih mendapat ‘hasil’ dan kesan yg lebih ketimbang minggu pertama.

Kegiatan ini akan secara rutin diadakan setiap Minggu pagi, mari temen-temin silahkan gabung di komunitas bersepeda sehat ini.

Category: Bersepeda, Hobby  |  Tags: