Billiards

 

 

Apabila teman teman pernah menjadi penggemar permainan  billiard pada masa eforia kemunculannya secara massal, yaitu sekitar kita masih di SMP, maka tak ayal kita akan melihat permainan itu dimainkan dengan gaya yang agak berbeda pada masa kini.

Agak terasa canggung rasanya bergabung dengan anak kita yang waktu menginjak SMA meminta orang tuanya bergabung ke “Pool” untuk bermain dengan sejawat sekolahnya.

 

Billiard sekarang di angkat ke kelas yang lebih relatif tinggi dibanding masa kita dulu. Atau Permainan Billiard memberi kesempatan pada berbagai segmen di masyarakat cara memaknai permainan ini. Anda dapat bermain dengan suasana hinggar binggar dengan kepulan asap rokok dan musik keras sebagai atmosfir nya.  Atau sebaliknya  anda bermain dalam suasana ruangan yang lebih eksklusif dan tenang.  Anda berada dalam gedung yang terkesan kenyamanan sebagai tempat rekreasi alternatif lebih ditonjolkan dibanding sebagai tempat ber olahraga. Kita melihat para Investor papan atas yang terjun di ranah ini, membangun ke nyamanan kepada kustomernya dengan konsep yang lain dari masa remaja kita. Jumlah perangkat meja sebanyak banyaknya bukan target utama lagi. Budget dalam penggarapan fasad bangunan bagian luar, maupun Interior ruang dalamnya, bukan asal asalan.Mereka rela membelanjakan  anggaran yang besar untuk membangun suatu  image. Image bahwa Billiard adalah permainan Eksklusif. Kita amati pemilihan size meja permainan nya. Ternyata mempunyai   standard ukuran lebih besar.  Kualitas buatannya lebih bagus , warna permukaan karpetnya tidak selalu hijau, Langgamnya bisa modern atau klasik. Bisa bergaya aristokratik. Pencatat score terlihat lebih professional. Dan yang beda secara signifikan adalah tarif biaya yang diberlakukan adalah berdasarkan jam atau lamanya pemakaian.

 

Pada masa kita bersekolah di St.Louis, tarif yang harus kita bayar didasarkan pada  jumlah koin yang kita beli. Koin koin tersebut kita butuhkan manakala kita harus mengeluarkan bola lagi setelah bola bola habis masuk kelubang. Rupanya sistem scoring  seperti itu sudah tidak popular lagi saat ini. Mungkin dianggap rugi bagi pengelolanya apabila pemainnya rata rata pemula atau pemain cakap tetapi memainkan pola permainan “mengunci” sehingga bola tidak masuk masuk kelubang. Koin koin pun tidak terlalu deras penjualannya.

 

Pada saat ini, dengan toh sistem tarif nya berdasarkan waktu, maka mereka bermain dengan pola scoring yang berbeda, yaitu mengejar suatu nilai tanpa perlu semua bola masuk kelubang untuk finish.

 

Apakah billiard masih bisa menjadi hobby yang kita rekomendasikan di group olahraga ini? Tentu !. mengapa? Yang pertama bahwa apapun sistem scoring nya, Skill atau ketrampilan bermain tetap factor utama. Teman teman pasti masih menyimpan dengan sabar truf ini sejak lama. Yang Kedua , Billiard adalah tetap olahraga yang “Fun” yang membuat kita tidak sadar jalan ber kilo kilo meter padahal hanya berputar putar mengelilingi meja. Yang Ketiga, fasilitas  yang nyaman pada tempat tempat bermain billiard pada saat ini sangat cocok dengan Usia kita  dalam berekreasi.

 

Maka teman teman para jawara pada jamannya, mari kita bermain Billiard lagi, “Let’s go to the Pool”

 

 

Category: Billiards, Hobby, Koleksi  |  Tags: