Sepak Bola & Futsal

 

FUTSAL

 

Mungkin rekan rekan  yang pernah setiap hari selasa sore semasa SMA rajin berkumpul dan datang ke lapangan Bogowonto, masih ingat akan momen ini. Di saat Piala Dunia 1978 tengah berlangsung, tiba tiba saja  banyak bermunculan wajah wajah baru yang tadinya tidak ikut dalam kegiatan team sepak bola sekolah kita. Yang menyolok adalah kostum yang mereka pakai , Ada yang membayangkan diri mereka  sebagai Teofilo Cubilas dari Peru, Mario Kempes dari Argentina atau  Johny Repp dari belanda. Semangat latihannya melebihi kita yang sudah lama di team. Bergairah sekali suasananya.

 

Rindu rasanya mengenang masa masa itu. Kita rata rata setiap bulannya mengagendakan kompetisi dengan sekolah sekolah  lain. Bahkan sempat pada masa itu diadakan duel antara kelompok kelas IPA melawan IPS dilapangan Makodam Brawidjaja. Siapa yang menang bukan pokok bahasan kita. Tetapi adrenalinnya masih tersisa sampai saat ini. Pengaruh Piala Dunia 1978 pula yang menginspirasi pertarungan sepak bola antar kelas pada jaman itu. Motivasi utama bukannya berupa perebutan Piala sebagai juara yang sejatinya diperjuangkan, melainkan uang hasil taruhannya. Almarhum Pak Gunarto sebagai Wali Kelas IPA-1 pada waktu itu, diakhir sesi pelajarannya yang kebetulan jam terakhir, sempat menggunakan menit menit penutup untuk mem-brief murid asuh nya tentang strategi yang jitu untuk memenangkan pertandingan. Pak Gunarto tahu bahwa selepas sekolah, murid yang diketuai sdr Witarmin ini akan menuju lapangan Bogowonto untuk menghadapi kelas lain. Kita masih ingat tentang materinya, tetapi kita tidak perlu membocorkan rahasia itu di forum ini. Biarlah itu tetap menjadi rahasia teman teman IPA-1, karena resepnya ternyata manjur.

 

Kenapa itu harus berlalu? Piala dunia tetap ada setiap 4 tahun. Piala Eropa 2 tahun setelahnya.  TV kita  setiap pekan menayangkannya secara  langsung. Teman teman IPS 1 paling banyak menyumbangakan rekannya  sebagai  anggota team kita saat itu. Bahkan ada beberapa kakak kelas kita yang sejaman sebagai team, masih menjadikan sepak bola tetap sebagai sarana penjaga kebugaran.

 

Sepak bola bukan olah raga ringan, bukan size kita lagi untuk memainkan. Amat berbahaya bagi jantung kita, terutama kalau harus memompa sesuai kemauan kita untuk menjaga wilayah permainan yang mencakup luas area 1 hektar itu. Terlalu riskan untuk bernafsu menjebol gawang lawan walau kesempatan ada jika  kita kejar bola liar yang muntah dari keeper lawan. Hindari ini.

 

Adalah sesuatu yang menyentak ketika anak kita, yang tahu kita bermain sepakbola waktu SMA, meminta kita untuk bermain sebagai team orang tua melawan guru gurunya. Wah apakah kita punya stamina untuk berlari lari setelah sekian lama berkendara mobil walau hanya untuk ke Mimi Market didalam perumahan.  Tetapi  ternyata melegakan setelah tahu bahwa ternyata kita bermain di lapangan mini. Tidak terlalu menakutkan wajah lapangannya. Tampak ramah lebar lapangan dan gawangnya. Ada jaring tinggi yang mengelilingi  batas  pinggirnya. Lalu kita telusuri lebih dekat, ternyata Aturan main, jumlah pemain, jenis sepatu, jenis bola dll sudah disesuaikan dengan ke mini annya. Indoor lagi……ada atap diatas kita. Cuaca panas dan hujan yang dulu bukan halangan, sudah dapat di eliminir jadi kondisi stabil dan sejuk.

 

Yang Bermain eh segala usia. Kita mengira pastilah pemainnya adalah bapak bapak yang berusaha tetap berwajah ganteng tapi tidak bisa menyembunyikan perut yang menonjol kedepan. Fenomena apa ini? Ternyata Futsal  bukan untuk orang yang sudah di afkir di persepakbolaan.

Kita juga melihat di TV, Pertandingan pertandingan Futsal Internasional  di ESPN dengan pemain remaja! Dan dalam salah satu tayangannya, Remaja Vietnam menghajar remaja Jerman dengan telak  8-0. Hal yang tidak waras terjadi kalau di persepakbolaan maxi….. Ternyata Futsal adalah olahraga formal, bukan sidekick. Futsal adalah sepakbola versi lain yang tetap  dalam naungan FIFA. Bahkan lengkap dengan kalender turnamen internasional.

 

Kesimpulannya, Futsal adalah sepakbola perkotaan. Sepakbola yang nyaman karena indoor, Spakbola yang irit luasan, irit pula pengumpulan anggotanya untuk bisa bermain. Hanya butuh 5 orang dalam satu team, dan tetap dapat mengobati kerinduan akan bermain sepakbola. Mari teman kita bermain lagi!

 

 

Category: Futsal & Soccer, Hobby  |  Tags: