Koleksi

 

 

Banyak kalangan ternyata tetap tertarik untuk menjadi kolektor dari barang barang  yang popular di koleksi di masa lalu, seperti Koleksi Perangko, Koleksi Benda Benda Arkeolog, koleksi Kain Batik, Koleksi Keris, Koleksi Buku Buku karangan  Ir.Soekarno,dll. Bahkan dalam tingkatan yang mahal, dalam kalangan terbatas mereka mengkoleksi  Lukisan dari Pelukis terkenal , Koleksi Mobil Langka, Koleksi Motor Besar, Koleksi Batu Mulia dll.

 

Tetapi dengan perkembangan stress pekerjaan dan kompetisi hidup sehari hari yang menggila yang level nya jauh lebih tinggi dari masa lalu, koleksi bukan sekedar hobby ringan lagi. Koleksi sudah dibutuhkan lebih jauh untuk mengalihkan tekanan pada kerja otak yang tidak bisa lepas akan suatu fokus yang melekat dipikiran. Koleksi juga dapat menjadi suatu  ukuran perjalanan waktu yang tidak dibiarkan berlalu dengan sia sia bagi kolektornya. Koleksi juga bisa menjadi alat refleksi dan jati diri. Bahkan lebih jauh dapat menjadi obat peneduh dikala galau .

 

Celakanya, Pasangan Hidup diminta untuk setidaknya memaklumi bahwa sang kolektor juga mempunyai belahan hati lain. Diminta untuk tidak terlalu cemburu pada pesaingnya dalam merebut perhatian. Kecintaan sang kolektor kepada koleksinya adalah semacam refleksi kerinduan akan masa kanak kanaknya. Perlakuannya kadang sentimental. Koleksi adalah sangat  personal sifatnya. Benda yang dikoleksi tidak bisa menjadi ukuran karakter sepasang suami istri atau keluarga.

Mari kita tengok beberapa jenis koleksi yang tidak terlalu umum di masyarakat, dimana  komunitas kolektornya sangat  eksklusif.  Koleksi Fosil jutaan tahun, koleksi Miniatur Peralatan Tempur PD-II, koleksi Buku asli karangan Karl May,  koleksi Poster Iklan Tempoe Doeloe, koleksi Suiseki-batu antic. Para kolektor benda benda tadi masing masing terwadahi dalam suatu komunitas dan selalu   berusaha mencari dan berkomunikasi sesama anggota. Hasilnya adalah wawasan dan pengetahuan para anggotanya bertambah sekaligus  untuk refreshing.

 

Akan tetapi koleksi juga dapat kita buat lebih ringan dan tetap menghibur. Kita lihat misalnya koleksi Ikan Hias, koleksi Burung penyanyi, koleksi Tanaman hias Bonzai-Adenium, koleksi Hewan piaraan, koleksi  Souvenir dari hotel hotel yang pernah dikunjungi, koleksi Kaset lagu Klasik-Rohani-Sweet dll.

 

Kalau anda bertanya kepada diri sendiri, dan mendapat jawaban bahwa anda belum mempunyai benda benda semacam yang digambarkan diatas, maka sebaiknya anda mulai. Mulai dengan berdialog dengan diri sendiri tentang benda benda apa yang sekiranya meskipun kecil, murah atau bahkan remeh, tetapi kalau kita mempunyai beragam bentuk jenisnya, tentu menarik untuk di pajangkan sebagai elemen Interior rumah kita. Coba mulai dengan yang sederhana saja, berapa macam bentuk gelas yang bisa kita kumpulkan. Niscaya kemanapun kita jadi semangat karena berharap dapat temuan baru. Hidup jadi lebih berwarna. Kalau anda punya kantor atau rumah makan, tampilkan koleksi anda dalam rak yang representatif, maka sekarang benda benda remeh tersebut jadi barang berharga. Tak bisa semua orang dengan uangnya memiliki sekaligus secara instan membeli di toko manapun. Itulah keunikan ber koleksi.

Untuk itu, mari kawan, tampillah anda di group ini. Bawa  dan perlihatkan  dengan bangga koleksi anda melalui wahana  ini. Pukau teman teman dengan jati diri anda.  Kita saling bertukar pikiran dengan sesama kolektor dan sekaligus mengajak teman teman bergabung.

 

MERCEDES BENZ, type SLS – AMG, bukan mobil mewah biasa, mobil ini selain mewah, juga digunakan sebagai SAFETY CAR dalam lomba balap mobil tercepat di planet ini, F1. Siapa yang tidak tahu? Ndesooo…. .(he2). Mobil ini hanya diproduksi terbatas tas tas… cuman 100 saja untuk waktu 25 thn. Mobil ini adalah salah satu hobby edan si Anthony Gyrel, yang memang doyan ngebut. “Denger suaranya sja, saya sudah ayem, stress juga hilang, bahagia rasanya mendengar deru suara mesinnya”, itulah komentar teman kita ini.

Setelah puas mendengar suaranya, nikmat lain adalah mengelus-2 body nya, melap nya, memandanginya, dan tentu saja mengendarainya.

Mau tahu kecepatan maksimumnya? Lha yang namanya ‘Safety Car’ F1, ya jelas kecepatnnya pasti ediaann, 360 km/jam, mau coba? Dengan tenaga mesin 6.300 cc, tentu kecepatan tsb dapat dicapai dalam hitungan detik.

Category: Hobby, Koleksi  |  Tags:

Billiards

 

 

Apabila teman teman pernah menjadi penggemar permainan  billiard pada masa eforia kemunculannya secara massal, yaitu sekitar kita masih di SMP, maka tak ayal kita akan melihat permainan itu dimainkan dengan gaya yang agak berbeda pada masa kini.

Agak terasa canggung rasanya bergabung dengan anak kita yang waktu menginjak SMA meminta orang tuanya bergabung ke “Pool” untuk bermain dengan sejawat sekolahnya.

 

Billiard sekarang di angkat ke kelas yang lebih relatif tinggi dibanding masa kita dulu. Atau Permainan Billiard memberi kesempatan pada berbagai segmen di masyarakat cara memaknai permainan ini. Anda dapat bermain dengan suasana hinggar binggar dengan kepulan asap rokok dan musik keras sebagai atmosfir nya.  Atau sebaliknya  anda bermain dalam suasana ruangan yang lebih eksklusif dan tenang.  Anda berada dalam gedung yang terkesan kenyamanan sebagai tempat rekreasi alternatif lebih ditonjolkan dibanding sebagai tempat ber olahraga. Kita melihat para Investor papan atas yang terjun di ranah ini, membangun ke nyamanan kepada kustomernya dengan konsep yang lain dari masa remaja kita. Jumlah perangkat meja sebanyak banyaknya bukan target utama lagi. Budget dalam penggarapan fasad bangunan bagian luar, maupun Interior ruang dalamnya, bukan asal asalan.Mereka rela membelanjakan  anggaran yang besar untuk membangun suatu  image. Image bahwa Billiard adalah permainan Eksklusif. Kita amati pemilihan size meja permainan nya. Ternyata mempunyai   standard ukuran lebih besar.  Kualitas buatannya lebih bagus , warna permukaan karpetnya tidak selalu hijau, Langgamnya bisa modern atau klasik. Bisa bergaya aristokratik. Pencatat score terlihat lebih professional. Dan yang beda secara signifikan adalah tarif biaya yang diberlakukan adalah berdasarkan jam atau lamanya pemakaian.

 

Pada masa kita bersekolah di St.Louis, tarif yang harus kita bayar didasarkan pada  jumlah koin yang kita beli. Koin koin tersebut kita butuhkan manakala kita harus mengeluarkan bola lagi setelah bola bola habis masuk kelubang. Rupanya sistem scoring  seperti itu sudah tidak popular lagi saat ini. Mungkin dianggap rugi bagi pengelolanya apabila pemainnya rata rata pemula atau pemain cakap tetapi memainkan pola permainan “mengunci” sehingga bola tidak masuk masuk kelubang. Koin koin pun tidak terlalu deras penjualannya.

 

Pada saat ini, dengan toh sistem tarif nya berdasarkan waktu, maka mereka bermain dengan pola scoring yang berbeda, yaitu mengejar suatu nilai tanpa perlu semua bola masuk kelubang untuk finish.

 

Apakah billiard masih bisa menjadi hobby yang kita rekomendasikan di group olahraga ini? Tentu !. mengapa? Yang pertama bahwa apapun sistem scoring nya, Skill atau ketrampilan bermain tetap factor utama. Teman teman pasti masih menyimpan dengan sabar truf ini sejak lama. Yang Kedua , Billiard adalah tetap olahraga yang “Fun” yang membuat kita tidak sadar jalan ber kilo kilo meter padahal hanya berputar putar mengelilingi meja. Yang Ketiga, fasilitas  yang nyaman pada tempat tempat bermain billiard pada saat ini sangat cocok dengan Usia kita  dalam berekreasi.

 

Maka teman teman para jawara pada jamannya, mari kita bermain Billiard lagi, “Let’s go to the Pool”

 

 

Category: Billiards, Hobby, Koleksi  |  Tags: