Rohaniawan

Kalau cara pandang dan cara berpikir  tempo dulu kita sebut Kolot,  maka apabila ada anggota keluarga yang bercita cita menjadi Rohaniawan dan anggota keluarganya terkejut, maka cara pandang keluarga tersebut, jaman ini kita sebut Kolot.  Pada jaman kita masih dibangku sekolah, dengan persepsi sempit,  lahirnya Rohaniawan dianggap berasal dari kalangan orang yang gagal dengan  cinta, orang yang tidak bisa mempunyai keturunan, atau orang yang dari kecil memang terlihat suka terlibat dengan kegiatan sembahyang.

 

Tetapi tidak dengan masa kini. Rohaniawan adalah profesi elit. Bukan karena sekolah formalnya yang telah ada dari masa lalu, tetapi peranan yang dimainkannya di masyarakat menjadikan seorang Rohaniawan fenomenal. Dalam situasi negara yang sulit, Bukan hanya Tokoh Politik, Purnawirawan Militer atau Mahasiswa saja  yang mengeluarkan Petisi. Kalangan Rohaniawan yang tergabung dari berbagai Agama pun langsung membuat Istana Pemerintahan bisa bergetar dengan Memo Aksi Keprihatinan nya.

Belum lagi Rohaniawan yang sering muncul di TV atau Media lain,  mereka telah disejajarkan dengan para Selebritis. Kemunculan dan kiprahnya menjadi sasaran tulisan Tabloid Gossip.

 

Rohaniawan dalam beberapa hal, bukan lagi sosok yang dikatakan jauh dari materi dalam artian positif. Masyarakat telah bisa menerima bahwa Insan yang selalu berusaha mengingatkan tentang adanya ganjaran setelah tutup usia itu, patut juga hidup layak. Membangun keluarga yang sejahtera adalah sah, kecuali untuk agama yang tidak memperbolehkan Rohaniawannya menikah. Profesi  Rohaniawan dalam masyarakat kita sudah menjadi bagian dari Pejabat Formal. Simak pengambilan Sumpah untuk Pejabat dalam AcaraPelantikan, atau Sumpah di Ruang Pengadilan, atau Sumpah di Lembaga Perkawinan.  Apabila didalam acara acara tersebut  pengambilan sumpah oleh sang Rohaniawan terlewatkan, maka secara administratif  prosesnya dianggap tidak Sah!.

 

Diyakini pula, di dalam situasi dunia yang serba timpang ini, dimana jurang antara yang makmur  dan yang  kekurangan, yang maju dan yang terbelakang, yang menimbun dan yang tergerus,  terus melebar, dan tatanan sosial masih terjaga beradab, maka itu semua adalah buah peranan dari para Rohaniawan. Rohaniawan bekerja  secara konstan meneduhkan mereka yang tertinggal dengan menanamkan “Harapan”  akan adanya keadilan yang datang dari Sang pencipta. Kalau tidak, maka  akan terjadi chaos di masyarakat yang dapat membuyarkan Peradaban yang mengakibatkan Kriminalitas, Radikalitas dan Anarkhi yang  diyakini akan menjadi Panglima.

 

Rohaniawan bukan hanya eksis dalam kehidupan beragama secara Komunal, tetapi juga berperan dalam Spiritualitas yang bersifat individu. Rohaniawan meyakini,  bahwa didalam hati yang paling dalam dari seorang Ilmuwan yang sangat Rasional yang dianggap  tidak terlalu peduli dengan Agama, tetap memiliki spiritualitas nurani yang selalu bertanya “dari mana aku datang ?dan kemana aku kan pergi?”. Karena Ilmu tanpa Agama, pincang dan Agama tanpa Ilmu, buta. Mari teman teman yang mempunyai Profesi sebagai Rohaniawan, cerahkan dan teduh kan pula pikiran kami yang cenderung kusut untuk mengurai fenomena perkembangan jaman.

 

 

Category: Profesi  |  Tags:

Sosial

Siapa siapa teman kita yang sebenarnya kita tuju dengan kolom Sosial ini. Tak lain adalah mereka yang banyak menerapkan unsur kata mengabdi atau membaktikan diri. Mereka yang  mendedikasikan diri pada hal yang bersifat menolong sesama manusia.  Kolom ini bermaksud memberi Penghargaan kepada mereka. Bermaksud pula untuk memetik pelajaran indahnya berbagi kepada sesama. Mengajarkan bahwa ada tujuan dan makna hidup selain memenangi kompetisi perebutan materi, bangga dengan kalungan medali pujian serta bahagia dalam ukuran Ideal propagandis. Sesuatu yang sama sekali tidak populer sebagai cita cita. Bukan sekelas Bunda Theresia, tetapi mereka ada.

 

Stanley Ann Dunham, Ibu dari Presiden Obama mengupayakan Mesin Jahit untuk dibagi bagikan kepada Ibu ibu di pedesaan saat melakukan riset di negeri kita. Bapak Madsahi selama 30 tahun menjaga pulau burung dan mendapat hadiah kalpataru atas pengabdiannya menjaga kelestarian dan keamanan Pulau nya dari tangan jahil, Ibu Robin Lim dari Bali adalah salah satu nominasi 10 CNN Heroes atas jasa kebidanan gratis untuk orang yang tidak mampu, Artis Caroline Gunawan menjadi nominasi MNC Lifesyle Awards karena membuka sekolah gratis untuk anak jalanan disekitar Senen-Jakarta, atau  Pihak pihak yang bertugas memberikan penyuluhan budaya untuk suku suku terasing, dll. Adalah contoh orang orang yang cukup idealis dalam pengabdian di bidang sosial.

 

Dalam tatanan yang lebih praktis, maka kita menghargai pihak pihak yang berkarir di Palang Merah Indonesia, pihak yang berkomitmen merehabilitasi korban akibat Narkoba, Kejahatan Seksual, mantan Narapidana, para Therapis Keterbelakangan Mental.  Pihak yang menangani korban HIV-AIDS, Orang Jompo, Pengungsi dll.

 

Mungkin kita sebaiknya lebih mengenal bahwa di negeri kita, Pekerja Sosial telah lebih di formalkan sebagai profesi yang mempunyai latar belakang edukasi jurusan Kesejahteraan  Sosial. Mereka berasosiasi dari tingkat nasional untuk dapat menjadi lebih efektif menjadi bagian dari Asosiasi Pekerja Sosial Internasional.  Karir mereka terbentang luas sampai berkarir sebagai  staff di cabang cabang  PBB seperti UNESCO, UNICEF, WHO, UNHCR dll.  Sebagai rujukan, Pekerja Sosial boleh dijadikan model panutan untuk menjadi alternatif  cita cita untuk anak cucu kita.

 

Apabila diantara teman teman Alumni Angkatan 81 Smak St.Louis adalah seorang yang berkarir sebagai pekerja Sosial, kami minta tampilah dikolom ini untuk lebih membuka cakrawala pengetahuan kita tentang peranan anda. Jadikan kami insan yang lebih kaya dan sejahtera secara  sosial seperti definisi dan misi pekerja Sosial. Tunjukkan lebih jelas bahwa anda mengajar di Sekolah tetapi bukan Guru, mengobati di Rumah Sakit tetapi bukan Dokter, bekerja di Pemerintahan tapi bukan Birokrat, Berkutat dengan anak anak tetapi bukan pengasuh.  Buatlah  kami lebih memahami  tentang arti Social Work is a proffesion devoted to helping people fuction the best they can in their environment.

Category: Profesi  |  Tags:

Sosial Politik

 

Kita mengharap bisa lebih dekat dengan teman yang berkarir dibidang Politik untuk lebih memperluas pengetahuan kita tentang karir yang sangat bergengsi di negeri negeri yang telah berumur panjang di Demokrasi. Kita yakin bahwa suatu hari kata Senator akan popular juga di negara kita. Kita mengharap teman yang aktif di Partai, atau menjadi Anggota Legislatif atau sebagai Pemgamat Perpolitikan, mau menyumbangkan pemikirannya di kolom ini.

 

Kata Politik belum spontan berkonotasi positif apabila di gunakan dalam kalimat apapun di lingkungan kita. Padahal Perguruan Tinggi mempunyai  jurusan khusus untuk hal ini. “Banyak Upaya” sebagai terjemahan mudah untuk kata Politik, belum langsung dapat menghusap trauma trauma bencana besar setelah kemerdekaan,  atas nama kata ini. Perlu pendekatan yang extra lembut untuk menghantar ranah Sosial Politik sebagai bagian pengetahuan keseharian kita.

 

Kesenjangan harus mulai dipersempit oleh kedua belah pihak. Yakni pihak pelaku politik dan pihak masyarakat awam. Kesenjangan antara Wakil Rakyat dengan Rakyat didaerah yang diwakili, sudah menjadi rahasia umum. Karir Wakil Rakyat dinegara kita, mayoritas bukan dimulai dari bawah atau  bottom up. Bukan dimulai dengan berkiprah dan menonjol dengan jasa dan programnya dari tingkat RT, RW, Kelurahan, Kecamatan dan seterusnya. Melainkan Top Down, drop drop an, entah dari jurus apa aksesnya.

 

Demikian pula dengan masyarakatnya. Berapa porsentasi masyarakat yang tahu akan tata cara terpilihnya seseorang menjadi wakilnya ?. Kalangan yang merasa intelekpun masih minim. Lihat silang pendapat tentang surat palsu MK tentang keabsahan sesorang yang duduk menjadi anggota DPR yang ditayangkan di TV,  atau kericuhan musiman setelah pilkada tentang perhitungan sisa suara dll, tak banyak orang yang mengerti aspek matematikanya. Bahkan ada ulasan yang mengatakan Undang Undang yang mengatur aspek hitungan eksakta ini belum sempurna, sehingga menimbulkan multi tafsir!

 

Dampak Peristiwa Peristiwa Politik adalah Multi Dimensi. Dalam Skala Dunia  sebagai contoh:  Berakhirnya Era Perang Dingin belasan tahun lalu. Seluruh dunia berubah, China jadi raksasa ekonomi, Wisatawan  Amerika bernostalgia  ke Vietnam, Tembok Berlin runtuh, Eropah timur terbuka untuk pasar bebas. Gerilyawan Afganistan yang dibantu Amerika melawan Uni Sovyet justru  bermetamorfosis menjadi bentuk Organisasi yang memicu Perang Global baru atas nama Terorrisme.

 

Peristiwa politik Internasional yang masih hangat dan aktual : Perubahan cepat situasi politik di Timur Tengah yang tak diprediksi sebelumya oleh banyak pengamat dunia.

 

Seorang  Ayah yang merasa terpojok dengan kemiskinan dan membakar diri dijantung kota Ibu Kota Tunisia, menjadi efek domino dahsyat dengan  jatuhnya Ben Ali, Husni Mubarak, Moammar Khadafy serta menggoyang pemerintahan negara Yaman, Qatar dan Suriah. Peristiwa tadi memaksa seluruh pemerintahan negara negara Timur Tengah untuk ber interospeksi.

Suatu kajian yang menarik.  Mudah mudahan teman teman yang menggeluti bidang ini mau menyempatkan berbagi kepada kita yang lebih awam, sehingga bisa sedikit lebih tanggap dalam mengatasi dan mengantisipasi dampaknya  .

 

Category: Profesi  |  Tags:

Pemerintah & Militer

Posted by on Sunday, October 23, 2011 · Leave a Comment  

 

Apabila anda seseorang yang berkarir dikantor pemerintah atau berkarir di kemiliteran. Atau anda seseorang yang karena mempunyai keahlian khusus maka negara berkepentingan untuk merekrut kelebihan anda sebagai asset negara, maka kami ingin anda bergabung di forum ini untuk berbagi.

 

Kita melihat bahwa sebagian kalangan swasta dalam operasinya perlu secara kontinyu berinteraksi dengan Kantor Pemerintah. Tetapi mayoritas mereka akan merasa canggung untuk berhadapan atau berurusan dengan pihak yang berlabel Instansi plat merah itu. Banyak pendapat yang bisa dikemukakan tentang darimana sebenarnya datang perasaan enggan atau segan itu. Perantara atau calo amenjadi jawaban standar dalam sirkumstansi tersebut. Padahal beberapa instansi seperti Pajak misalnya, sangat gencar mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa kantornya sangat welcome. Staff staff nya akan sangat terbuka dan melayani apabila kita ada sangkaan  ketidak sinkronan dalam laporan pajak kita. Tetap terkadang perasaan menjaga jarak itu tetap ada. Juga berlaku untuk instansi lain.

 

Kebanyakan dari kita sebenarnya minim pengetahuan tentang konsep tata cara internal  pengelolaan kepemerintahan. Bagaimana pengorganisasian antar bidang, pengelolaan keuangan,tentang pengawasan, jenjang karir dll. Dalam tataran konsep, kalangan swasta dapat menimba pengetahuannya.

Kurangnya pengetahuan kita tentang prosedur pengurusan perijinan, mungkin selalu menimbulkan persepsi negatif pada tahap awal.

 

Lain lagi dengan karir di Militer. Terkesan karir yang satu ini adalah karir yang berhubungan dengan kekerasan, kekejaman dan jauh dari kecerdasan. Tetapi tidak setelah kita amati,  bahwa banyak CEO perusahaan besar dari luar negeri, adalah mantan mantan anggota militer di negerinya. General Motors tahun 70 an mengevaluasi seluruh keeffisienan produksinya menggunakan saran bahkan menempatkan pimpinan pucuk dari kalangan berlatar belakang  Militer. Teknologi komunikasi CDMA sudah digunakan pada Perang Vietnam sejak tahun 70 an. Prinsip prinsip seni perang yang berumur ribuan tahun dari Sun Tzu, sangat praktikal diterapkan dalam bisnis. Operasi manajemen terbesar dalam sejarah adalah D-DAY di tahun 1944. Operasi Militer itu bertujuan  untuk membebaskan Eropah dari Nazi,  melibatkan pendaratan 2 juta orang berikut perlengkapan tempur dalam satu hari! Dalam kondisi tanggap darurat berskala  bencana alam besar dimanapun, pasti melibatkan militer di garis depan untuk Pencarian dan Penyelamatan korbannya.

Cara pandang kita sebaiknya direvisi. Dari teman yang di pemerintahan kita bisa belajar banyak tentang konsep manajemen skala besar. Negara sudah menganggarkan dana yang besar untuk menyekolahkan aparat nya keluar negeri, termasuk  membayar konsultan konsultan asing untuk peningkatan kemampuan staffnya. Disisi lain Militer bukan hanya kekerasan, Militer adalah jago manajemen, jago strategi dan  teknologinya terdepan. Militer mempunyai  pengetahuan intelejen yang tidak ada kurikulumnya nya sama sekali disekolah masyarakat sipil.

 

 

Category: Profesi  |  Tags:

Architect & Kontraktor

Posted by on Sunday, October 23, 2011 · Leave a Comment  

Forum ini adalah Wahana berinteraksi bagi teman teman yang menyandang predikat sebagai Insinyur  Arsitek, Insinyur Sipil, Interior Designer, Insinyur Pertamanan, Insinyur Pencahayaan, Toko bangunan, Distributor Alat alat Bangunan, Listrik, Mekanikal, Elektrikal  dll  yang keseharian anda berhubungan dengan Pembangunan Fisik Gedung atau Infra struktur  Jalan Jembatan, Real Estate dll.

 

Kita dapat saling mengingatkan atau pergi bersama sama mengunjungi pameran pameran atau expo Bahan Bangunan – Interior , expo Real Estate baik local, nasional atau internasional. Sesama pihak yang bergerak dalam bidang bangunan perlu saling mengisi untuk meng update pengetahuan kita. Tuntutan Perkembangan dalam Bidang Arsitektur saat ini sangat cepat seiring dengan perkembangan Industri Properti. Karena sifatnya sebagai komoditi, maka tak pelak properti harus mengikuti mode. Harus sesuai dengan trend jaman.

 

Tidak seperti theory kita waktu di bangku kuliah, demand dari client adalah panglima, tetapi sekarang client datang untuk bertanya kepada kita trend apa yang sedang top di masyarakat. Nah tentunya kerjasama yang lebih kompleks dan erat dengan pihak Penghitung Struktur, Elemen Pertamanan, Tata Lampu, Interior, Mekanikal dan Supplier tak terelakkan kalau tetap ingin eksis dan kompetitif.

 

Beberapa trend yang perlu dicermati dalam industry konstruksi adalah :

 

Betapa arus beragam jenis baru material bangunan dan interior mengalir deras dari Negara China. Ketersediaan alternatif pilihan semakin luas. Kita dituntut untuk cepat belajar dan menyesuaikan diri.

 

Perkembangan Teknologi baik mulai dari perangkat lunak Perancangan sampai perangkat keras alat alat teknik Engineering dalam masa konstruksi maupun teknologi  terapan dalam gedung, amat cepat perkembangannya.

 

Kecenderungan orang untuk  berpikir praktis dalam memenuhi  kebutuhan primernya akan “papan”, menuntut kita lebih menguasai bidang arsitektur yang bisa “match” dengan industri  yang bersifat “mass product” dibanding dengan custom design. Kita lihat melalui  iklan TV siapa sebenarnya pemimpin yang merubah  Wajah Arsitektur Perkotaan kita. Mereka adalah  Real Estate dengan superblok nya.  Mereka dalah Pembangun dalam skala raksasa. Mereka membangun secara massal  Rumah, Ruko, Perkantoran Bertingkat Tinggi , Apartemen, Mall dll.  Produknya siap saji dan  siap pakai . Dan pemakai atau end user  tidak kita sebut client lagi melainkan Konsumen. Mengapa? Karena mereka ibarat membeli baju di Dept. Store, bukan ke Taylor.

 

Sumber daya manusia yang kapabel dibidang industri konstruksi masih memprihatinkan dan terjadi jurang yang menganga. Universitas terus mencetak Tenaga tanggung yang diarahkan sebagai konseptor dibelakang  meja, tetapi dilapangan kurang sekali adanya lembaga  yang mencetak Tenaga Menengah Trampil sebagai pengimplementasi  .

 

Teman teman angkatan 81 yang pada momen membutuhkan konsultasi Perijinan, Perencanaan, Pemilihan Kontraktor dll. Forum ini adalah rujukan yang sangat sesuai untuk anda.

 

 

Category: Profesi  |  Tags:

Manager

Posted by on Sunday, October 23, 2011 · Leave a Comment  

 

Daftarkan segera diri anda di kolom ini apabila anda adalah orang yang mengerakkan roda perusahaan tempat anda berkarir dan  berkiprah. Daftarkan diri anda apabila anda  orang yang dibutuhkan perusahaan untuk memberi panduan, motivasi dan  peran nyata nya . Karena teman teman anda di forum komunikasi alumni angkatan 81 Smak St.Louis sangat membutuhkan pencerahan, pedoman dan pandangan pandangan tentang perkembangan bisnis yang mutakhir.

 

Manajer adalah pihak pelaku dari sebuah Manajemen. Seorang Manajer handal adalah orang yang benar benar mengerti tentang seni mengatur dan melaksanakan. Theory tentang manajemen telah berangkat dari jaman yang masih sangat purba dikala pyramid mulai dibangun, berkembang  pesat saat dimulainya Revolusi Industri tahun abad ke 19 dan melewati masa jaya pada tahun 1980 an. Dua-tiga tahun setelah kita lulus SMA, Dunia terinspirasi oleh tulisan mantan pimpinan perusahaan mobil Ford, Lee Iacocca. Ia buka resep tentang kesuksesannya dalam Produktifitas nya melalui konsep lebih   memanusiakan pekerjaanya dibanding menganggap mereka sebagai suku cadang.  Tidak seperti teori teori manajemen sebelumya yang lebih mengeksplorasi  ultimasi gerak tubuh manusia secara fisik.

 

Kemudian perkembangan waktu seperti sekarang, justru nama orang di puncak bisa lebih menentukan dibandingkan manajemennya . Kita simak Bill Gates, Alm Steve Jobs, Mark Zuckerberg, yang melambungkan Microsoft, Apple dan Facebook. Atau yang kebalikannya  seorang Dick Fuld  bisa menghujamkan perusaan sebesar Lehman Brothers yang berumur lebih dari seratus tahun di tahun 2008. atau setingkat menggoyangkan perusahaan,   ada Tony Hayward dari BP berkenaan ganti rugi pencemaran akibat kebocoran pipa pengeboran lepas pantai di teluk Meksiko 2010. Ada Yoichiro Kaizaki dari kasus 6,5 juta ban Bridgestone yang harus ditarik karena salah produksi  1990. Ya, satu nama dalam satu perusahaan raksasa, ternyata lebih menentukan dibanding beribu orang di manajemennya

 

Untuk itu, kita harus respek, menaruh hormat kepada teman teman yang brepredikat Manajer ini. Sangat berbeda penghargaan dan cara pandang lama yang masih mengandalkan pemilik perusahaan adalah segalanya. Dalam skala kecil dan menegah ya. Tetapi ketika membesar, dan meluas baik wilayah maupun kompleksitasnnya, seorang pemilik lebih baik bersikap seperti investor. Analoginya seperti seorang yang dari muda berbisnis simpan pinjam dapat meningkat menjadi pemilik sekaligus direktur Bank Pasar. Tetapi sebaiknya berpikir ulang bila hendak diposisi yang sama dalam skala Bank Umum Nasional. Sebaiknya sebagai Komisaris saja.

 

Nah teman teman, proposal kita kalau disederhanakan adalah Ikatan Manajer Alumni  ’81 Smak St.Louis . Tempat berdiskusinya para manajer alumni kita sambil menggadeng  anggota Forum Komunikasi kita yang lain untuk bergabung.

 

 

 

Category: Profesi  |  Tags:

Pendidikan

Posted by on Sunday, October 23, 2011 · Leave a Comment  

 

Anda seorang Tenaga Pendidik, atau seorang Pemerhati  Pendidikan  atau seorang Pemilik Sekolah, atau pihak yang bergerak di Industri Pendidikan, dan anda alumni angkatan 81 Smak St.Louis, nah ini adalah kolom anda untuk berkumpul.

 

Bidang Pendidikan adalah kolom yang paling berhubungan dengan anggota keluarga khususnya anak. Telah kita saksikan rata rata diantara teman kita saat ini, memiliki anak dengan level pendidikan tingkat SMA dan Kuliah. Bahkan ada yang sudah Sarjana dan ada yang cucunya masuk SD.

Akan tetapi jangan kecilkan sobat sobat yang putra putrinya masih di tingkat SMP, SD, bahkan Playgroup!. Itulah kekayaan, keunikan dan  potensi  dari ikatan alumni kita. Mereka memiliki range of requirement  yang sangat luas dibidang informasi pendidikan. Dari pre-school sampai tingkat masuk S3.

Mengapa teman teman sebaiknya mendengar dari pihak yang berkecimpung setiap hari dengan pendidikan? Karena kita perlu meng update konsep tentang tujuan pendidikan secara kontinyu. Coba kita simak beberapa kontradiksi yang berkembang di masyarakat:

Apakah Output Pendidikan adalah seorang pencipta kerja atau pencari kerja?

Apakah  Pendidikan Umum  kurang terserap di belantara lapangan pekerjaan dibanding dengan Pendidikan Kejuruan ?

Apakah Pendidikan berbasis Internasional lebih menjanjikan dibanding dengan berbasis panduan Diknas.

Apakah Sekolah dalam negeri kurang mampu menjawab tantangan global?

Kearah mana sebaiknya kiblat pendidikan anak kita di arahkan, Timur dengan China sebagai orientasi atau tetap Negara Barat  seperti Eropah dan USA?

 

Belum lagi konsumsi dari Media massa yang membanjiri kita dengan berita berita merisaukan seperti Pengusiran ibu dari rumahnya karena menentang Contek Massal, Tawuran antar pelajar, Perploncoan yang menghilangkan nyawa, kekerasan guru terhadap murid atau sebaliknya, peristiwa melahirkan di wc sekolah, adanya peredaran narkoba di sekolah, penggelapan dana BOS, dll.

Semua berita diatas bak film horror yang jadi nyata bagi kita sebagai orang tua yang masih memiliki anak yang duduk di bangku sekolah.

Forum ini tidak mempunyai kapasitas untuk memberi jawaban dan memecahkan contoh contoh permasalahan diatas. Tapi setidaknya kita memiliki wahana tempat bertukar pikiran secara konstruktif. Kita memiliki teman yang Professional dalam bidang ini. Teman yang rela berbagi pengalaman. Manakala tiba tahun ajaran baru,  sewajarnyalah rona wajah kita lebih ceria karena kita lebih tahu pasti kesekolah mana langkah kaki kita dan langkah kaki si kecil di ayunkan.

 

Category: Profesi  |  Tags:

Hukum

Posted by on Sunday, October 23, 2011 · Leave a Comment  

 

Sobat sobat angkatan 81 yang hidupnya dibaktikan untuk Penegakan Hukum, Bantuan Hukum atau Pencatatan peristiwa Hukum maka bergabunglah di kolom ini. Teman teman kita ingin mengenal anda lebih dekat. Mereka ingi hidupnya lebih berkualitas dengan lebih melek hokum.

Sangat sulit bahkan terlihat tidak mungkin untuk keluar dari konotasi kedekatan kita dengan penegak hukum diartikan sebagai kolusi.  Kedekatan dengan Hakim, Jaksa atau polisi karena didasarkan pertemanan SMA, dan berbicara tentang kasus hukum yang kita alami, pastilah 100% akan dianggap nepotisme.

Demikian pula dengan pertemanan dengan Pengacara atau Notaris. Pengacara tentunya ada dipihak kita apabila kita meminta bantuannya. Bagaimana posisi notaris teman kita? Tidak berada diposisi tengah?

 

Kita coba akan menganalisisnya lebih berhati hati. Kita akan lebih focus terutama untuk teman kita yang terdaftar di kolom ini. Kita tentunya tidak mau menempatkan mereka semua pada posisi dilemmatis.  Teman akrab yang nyata nyata salah koq minta dibela…….teman kita yang mau posisi enaknya saja apa harus kita turuti? Tidak, ….tidak sama sekali.  bukan itu tujuan forum ini.

 

Pointnya adalah  Keadilan secara Hukum dibelahan dunia manapun tidak ada yang sempurna. Tidak juga dinegara yang  mengaku surga bagi pencari keadilan. Tidak akan sempurna selama masih ada dipermukaan planet ini. Apalagi dinegeri kita. Mencari keadilan adalah mimpi buruk. Ber urusan dan ber perkara hukum adalah nasib sial. Kena masalah hukum adalah menguras tenaga dan tabungan.

Koran dan TV adalah penyaji sarapan demonstrasi acrobat hukum setiap hari. Menyaksikan manusia manusia super kebal hukum adalah makan siang kita. Orang kecil lugu yang buta hukum dengan kasus pencurian kelas sandal jepit dapat dipenjara lebih lama dari koruptor yang bisa  bangun 10 pabrik sepatu bermerk adalah makan malam penutup kita.

 

Pencatatan peristiwa hukum dalam suatu transaksi bukanlah hal yang murah dan aman. Transaksi hukum pada jaman ini , adalah peristiwa eksklusif. Perlu extra energy untuk mengawalnya. Latar belakang pihak yang kita ajak bertransaksi bisa berupa siluman yang punya banyak identitas. Kata kata dalam akta  yang tidak di waspadai  bisa menjadikan kita ibarat makhluk yang suka terperosok ke lubang yang sama berkali kali.

Tentu sekarang dapat kita simpulkan bahwa teman di forum ini tidak diminta untuk ber nepotisme, tidak di simpangkan dalam posisi dilemma. Tetapi Ke berpihakan, Berpihak kepada  teman kita sesama alumni  yang awam yang berada dalam keadaan melakukan perbuatan hukum,  untuk dilindungi, di sarankan, di ingatkan akan bahaya, resiko, konsekuensi dari jurus jurus canggih yang mungkin akan dibidik dan di lontarkan oleh  oponen nya. Sekali lagi keberpihakan. Sehingga terhindar dari jebakan jebakan yang menjerumuskan. Tidak lebih.

Category: Profesi  |  Tags:

Kesehatan Masyarakat

Posted by on Wednesday, October 12, 2011 · Leave a Comment  

KESEHATAN MASYARAKAT

Teman Angkatan 81 yang menyandang predikat Dokter Umum, Dokter Spesialis, Dokter Gigi atau yang berhubungan dengan Peralatan dan Tenaga Medis, Apotik –Pharmacy, Laboratorium dll yang pada prinsipnya bekerja untuk Kesehatan Masyarakat, bergabunglah sebagai Group Profesi Kesehatan Masyarakat  Alumni SMAK St.Louis Angkatan ’81.

 

Kita tahu dewasa ini persoalan kesehatan adalah persoalan yang mengemuka didalam pembicaraan masyarakat, khususnya masyarakat yang mencapai umur separuh abad seperti komunitas kita. Kita terkadang amat sangat bingung untuk mengambil keputusan ketika berhadapan dengan masalah ini. Tempat kepada siapa kita bertanya pun bukan hal gampang. Kita takut akan info yang salah dan bahkan menyesatkan.

 

Apabila menyangkut kesehatan instan, kesehatan yang kita anggap bisa kita beli sebagai tindakan preventif, maka berbagai tawaran makanan atau obat supplemen setiap hari menggedor indera pencerapan kita. Mulai info dari Media , info dari rekan rekan di Multy Level Marketing atau bahkan dari sanak keluarga terdekat. Tetap semua info  cara sehat itu masih misteri. Sangat tergantung pada seberapa meyakinkan person yang menyampaikan.

 

Lain pula dikala ada kerabat yang sakit, yang membutuhkan tenaga medis demi pertolongan yang bersifat kuratif,  tidak ada standar baku untuk bertindak apabila kita berada pada situasi ini. Kalau situasi nya mendadak dan kritis, kita tahu UGD adalah rujukannya. Akan tetapi apabila  bukan level itu kondisinya, simak hal hal seperti ini :

 

Rekan dengan kasus sakit pada matanya bengkak dan  ber air terus menerus, akan mendapat dua diagnosis yang berbeda dari dua dokter spesialis ( sp.mata, dan sp syaraf). Dan Rujukannya tentu dua tindakan medis yang berbeda. Mengapa sampai konsultasi kepada dua dokter, karena rekan kita butuh konfirmasi. Kita belum yakin dengan diagnosis dari dokter pertama dan seterusnya. Saran yang betul betul  bertolak belakang adalah perintah segera operasi dibanding  biarkan saja dengan obat luar ringan dan dengan waktu akan ber angsur angsur sembuh. Kasus ini kita tulis karena alternatif yang kedua yang diikuti dan ternyata benar!

 

Saat orang tercinta yang sepuh jatuh sakit, terkena serangan stroke. Saat itu tentu diambil tindakan awal yang lugas, bawa ke Unit Gawat Darurat. Tetapi setelah berlalu tindakan tanggap awal, ketika sanak saudara telah berkumpul, tibalah saat berbagai informasi tiba tiba membanjir dengan taruhan besar, salah keputusan berdosa kita.

Apa jawaban pilihannya ?  RS di kota kita dengan keyakinan dokter yang sama handal nya dengan di luar negeri,  dan tentunya lebih rendah biayanya . Atau  Ke Luar Negeri yang apabila terjadi sesuatu yang fatal, setidaknya terlihat upaya kita sudah maksimal. Terbebas dari rasa bersalah. Keluar Negeri, Ke negeri  mana? Hubungi siapa? Peristiwa ini adalah drama yang standar terjadi didalam keluarga.

 

Teman yang berada di kolom ini, sumbangkanlah pengetahuan anda dalam forum ini. Bantulah teman yang lagi dalam situasi awam dengan saran saran keberpihakan anda. Keluarkan mereka dari persimpangan yang asing,  serta kuatkan mental mereka dengan keberadaan teman ahli yang membimbing. Semoga apa yang anda baktikan mendapat imbalan kebahagiaan disanubari  anda. Kami memandang anda sebagai rekan rekan kita yang hidupnya didedikasikan pada perbaikan kesehatan masyarakat.

 

Category: Profesi  |  Tags: