Operasionalisasi

Bertolak dari gambaran visi pertemanan yang kita emban, maka sewajarnya kita terpanggil untuk mengejawantahkan misi pertemanan menjadi ikatan yang solid. Misi yang mampu menjabarkan dan memformulasikan suatu bentuk lembaga dengan pertalian yang formal. Lembaga yang secara resmi dirasakan kepemilikan nya oleh setiap alumni angkatan 81 yang mana keberadaannya di support secara total karena benar benar rasa ter wakil i dan berguna bagi anggotanya.

Berikut adalah Resume ANGGARAN DASAR DAN RUMAH TANGGA yang di sepakati untuk lembaga ikatan alumni kita,


Logo :


Nama :

Forum Komunikasi antar Alumni angkatan 81 SMAK St.Louis
atau disingkat FORKOM – 81

Bentuk nya adalah Organisasi Sosial non Profit yang dibentuk berdasarkan inisiatif alumni paska Reuni Akbar Angkatan 81 SMAK St.Louis Surabaya, yang diselenggarakan di Grand City dan Gedung SMA-jl.Dr.Sutomo Surabaya, tgl 9-10 Juli 2011. 

Anggota nya adalah seluruh mantan siswa yang ada pada daftar masuk th 1978 sampai periode kelulusan th 1981

Domisili, dengan pertimbangan mayoritas domisili anggota, maka ditetapkan Surabaya sebagai pusat kegiatan Organisasi dengan cabang cabang di kota kota lain seperti Jakarta, Denpasar. dll

Tujuan berkelompok, adalah Pertemanan sejati yang bersifat Positif-Produktif, yang mempunyai spirit Berbagi dalam artian luas khususnya dalam menjalani hidup setelah 30 tahun meninggalkan bangku SMA.

Sasaran yang akan dicapai adalah Interaksi aktif yang dapat tercipta dengan adanya Data yang komprehesif untuk setiap anggota alumni, dimana data tersebut tidak akan dipergunakan dengan tujuan tujuan yang menyimpang dari semangat visi-misi kita. Website bertujuan untuk mempertemukan kita secara harafiah, bukan sebaliknya dengan fasilitas dunia maya, kita bentuk komunikasi kita hanya bertumpu pada ujung jari yang menari diatas key board.

Sarana berkomunikasi resmi yang digunakan adalah Website resmi, dengan keanggotaan eksklusif, yang hanya bisa di akses melalui kata kunci khusus yang diberikan kepada setiap anggota yang telah terdaftar.

Struktur Organisasi meliputi Board of Inisiator, Ketua Umum-Wakil, Sekretariat, Bendahara, Para Koordinator Bidang yang mencakup okupansi-hobby-rohani-dokumentasi-komunikasi-aktifitas sosial-unit usaha, kewanitaan, kehumasan dll. yang semua person nya dipilih dari anggota dan berkarya dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun untuk diadakan penyegaran setelahnya.

Program program FORKOM -81meliputi program jangka panjang, yaitu menyelenggarakan pertemuan seluruh anggota setidaknya 5 tahun sekali. Pemilihan pengurus 3 tahun sekali. Program jangka menengah meliputi Penyelenggaraan even utama setahun sekali. Program jangka pendek atau kegiatan keseharian adalah mengaktifkan unit unit kegiatan pada bidang bidang yang telah terwadahi, atau sekaligus mengembangkan bidang bidang baru yang dirasa up to date, sehingga organisasi bisa berjalan secara dinamis.

Pendanaan pada tahap awal dana FORKOM-81 di dapat dari hibah sisa anggaran Panitia Reuni. Untuk selanjutnya pendanaan di tunjang oleh Iuran anggota yang ditetapkan melalui pertimbangan relatif “tidak memberatkan”anggota.

Tujuan penggunaan dana adalah untuk biaya kesekretariatan, kelangsungan website dan rapat-rapat resmi FORKOM -81. Untuk kegiatan dalam masing masing bidang, diharapkan masing masing anggota dapat mengupayakan pendanaan yang mandiri.

FORKOM -81 dapat menjadi wadah untuk beriklan sebagai salah satu sumber pendapatan, tetapi organisasi tidak menjadi bagian atau menjadi obyek dari iklan tersebut.

Keuangan harus akuntabel, bersifat terbuka dan dapat di akses kepada seluruh anggota, dan pengurus membuat laporan berkala yang tertib secara administrasi.

Pergantian pengurus tidak akan meninggalkan kas dalam keadaan minus atau berhutang.

 

Yang perlu dihindari, adalah FORKOM -81 ditunggangi untuk misi politik, misi perorangan atau kelompok diluar semangat kebersamaan alumni. Kegiatan resmi organisasi tidak dijadikan ajang promosi aktif produk produk komersial. Segala aktifitas yang bersifat profokatif, destruktif, konfontatif terhadap produktifitas organisasi, tidak akan mendapat porsi dalam media komunikasi organisasi.