Visi & Misi

VISI – PERTEMANAN

Segenap insan alumni angkatan 81 SMAK St.Louis Surabaya, telah melaksanakan Reuni Akbar secara resmi setelah 30 tahun meninggalkan bangku sekolah. Api emosi, eforia dan semangat pertemanan nya di upayakan tetap hidup,tumbuh, berakar kuat dan melembaga   dalam rentang waktu kedepan.

     

Berikut adalah beberapa  hal  yang perlu kita cermati sebagai unsur penyatu  dalam  lembaga   pertalian yang ingin kita wujudkan. Faktor faktor yang  dapat mengisi  setiap celah celah perbedaan yang ada, sehingga pada akhirnya  pertalian yang kita cita cita kan akan dapat menjadi   senyawa yang kokoh, berguna dan berkepanjangan.

 

 

TEMAN –SMA

Dimulai dari  pengalaman perjalanan hampir setahun dalam mempersiapkan  REUNI AKBAR. Beberapa alumni  yang berhimpun dalam satu meja, yang awalnya  merasa agak asing satu sama lain, ternyata sepakat  untuk mecoba  merangkai penggal pengal  memori yang telah terabaikan  selama kurun 30 tahun. Semangatnya adalah pertemanan yang telah terpendam sekian lama, akan digali  dan dibangkitkan.  Tidak mudah. Tidak juga membuat putus asa. . Dan di dalam pencarian kita yang menantang,  secara perlahan, kita ternyata menemukan format  rupa yang tak lain adalah diri kita sendiri. Kita telah menemukan cermin diri kita yang utuh. Kita menemukan diri sendiri dari teman-teman  lama kita.

Diskripsi awal pembentukan forum komunikasi

Diskripsi awal pembentukan forum komunikasi

Sambutan

SMA, adalah suatu masa transisi yang teramat singkat dalam perjalanan hidup kita.  Tetapi di masa SMA,  kita sebagai insan muda yang canggung, telah dituntut untuk mempunyai potret yang jernih tentang wujud jubah akan kita kenakan dimasa datang . Kita senantiasa berupaya mencari dan   memiliki  peta penuntun  dalam melangkah ke pemenuhan  cita cita. Reuni, setelah 30 tahun, membuat kita setidaknya terhenjak   sejenak untuk kembali ke bayangan seragam putih biru kita. Merenung, sejauh mana kita telah melangkah. Apakah waktu telah merubah kita. Seluruhnya atau hanya sebagian. Apakah  teman teman   tidak lagi menemukan  jejak   keceriaan kita semasa di SMA.

 

SETELAH 50

Sedikit mencuri dengar dari orang yang telah hidup lebih lanjut, Orang yang sebagian menyebut bahwa matahari  mereka telah condong ke barat. Apa sumber alasan yang setidaknya mereka kejar,  hingga mereka tetap bisa ceria menyambut manakala matahari  condong nya  terbit kesokan harinya. 

 

Kemandirian Finansial, di mana pepatah lama mengatakan bahwa masih lebih  mudah untuk belajar terbang, atau menelan obat paling pahit,  dibanding harus minta tolong kepada orang lain, tak terkecuali kepada sanak kerabat.

Kesehatan, apalah artinya semua yang telah di kumpulkan, apabila indera kita sudah tidak mampu mencerna apa yang kita dambakan

Griya, Wahana,Istana, atau apapun tempat berteduh, selama itu merupakan graha yang berlabel otoritas pribadi, maka panas dan hujan bukan sesuatu yang merisaukan hati

Teman,  manakala insan yang kita perjuangkan selama ini dengan sepenuh hati telah memiliki sayap sayap kemandirian yang dewasa, telah siap berpamit dan terbang satu persatu berlalu dari jangkauan rengkuhan kita, maka pada saat itu, para sesepuh telah membocorkan rahasianya kepada kita. Pada momen tersebut, mereka membutuhkan  teman.

Sosialisasi forkam lebih lanjut Diskusi

 

 

Keresahan pada Kata TEMAN, dan kata MINAT , pada esensinya, telah menginspirasi beberapa

sejawat kita sejak sebelum  REUNI berlangsung di Grand City,  untuk berbuat sesuatu. Sesuatu yang berlabel “Setelah 50”.  

Setelah 50, kita butuh Teman yang tulus dan akan menjadi lebih elegan  apabila kita memiliki  teman yang tulus  dengan minat   yang sama. Minat  yang sama dapat membangun TOPIK yang sama, dan minat  yang sama dapat di bangun dari hobby, proffesi, lokasi  dll. Yang sama.

Kita tidak memulainya dengan lari tergesa gesa, atau  dengan emosional sesaat dan kehabisan nafas. Atau bahkan Kehilangan arah dan motivasi.  Melainkan setidaknya kita mulai melangkah . Apakah 30 tahun lagi waktu yang singkat? Apakah cara kita memperlakukan 30 tahun sebagai babak pertama setelah turun minum REUNI akan sama dengan babak II 30 tahun mendatang. Apakah Taktik dan Strategi  kita dalam  bermain akan sama ? apalagi  setelah mempertimbangkan stamina kita. Apakah kita siap bila diminta main dalam babak perpanjangan ?

Setelah matahari condong ke barat, mungkin  sebaiknya kita berpikir untuk bisa jogging bersama dibanding masih memiliki hasrat sebagai sprinter. Kita membutuh kan ruang yang lebih besar yang memungkinkan  kita bisa komunikasi, bercengkerama, ber cermin satu sama lain, bertukar pikiran dengan rekan yang berada dalam situasi yang equal. Ruang dimana kita bisa melepaskan beban ego, memakai kostum ringan tanpa  jubah jabatan yang sesak dan berat. Ruang yang lebih ramping dalam memanggil nama kita tanpa   rentetan atribut panjang didepan atau dibelakangnya, yang pada akhirnya justru memperkeras material penyekat  diantara kita.

Kita tidak berupaya memperlemah atau meremehkan vitalitas diri  kita sekarang, namun setidaknya kita lebih siap dalam menerima perubahan. Some of our friends are gone forever. This, to honour you.


 

PENGHARGAAN

Alangkah luhurnya  ketika kita dapat merealisasi keterikatan kita dalam jumlah maksimal berbobot 9 kelas atau lebih dari 400 orang.  Hal hal positif apa yang dapat di tampilkan dalam skala tersebut?

Dalam komunitas sehati  lebih dari 400 orang, akan terdiri dari beragam dan berbagai proffesi-keahlian , hobby, strata social,  pengalaman, lokasi, dll. Dimana mereka dapat  akan dapat saling berkumpul, berinteraksi dan saling membantu diantara ke sesamaan nya.

Mereka  bahkan dapat  membantu  dengan tulus kepada anggota atas ke lebihan yang tidak dimiliki individu atau kelompok lain, dengan kerangka dan penekanan keberpihakan.

Konkritnya , kita akan me wadahi secara  aktif  insan insan sesama proffesi, hobby, atau rohani dll dan secara simultan, dan mendorong  interaksi antar wadah tersebut kearah positif  secara masif dan kontinyu.

Kata Kunci dalam menggapai signal positif dan respon dari masing individu angkatan 81 SMAK St.louis, untuk bergabung dan menjadi bagian dari rumah persaudaraan yang kita susun setiap batu bata nya untuk menjdi dinding persahabatan yang kokoh,  adalah “PENGHARGAAN”

Setiap nama, yang ada dalam daftar angkatan 81 SMAK St. Louis, adalah otomatis anggota, yang harus di hargai sebagai individu yang berkarakter UNIK, yang memperkaya khasanah potensi bangunan Forum komunikasi  teman SMA kita. Mereka adalah otomatis dapat memasuki  rumah kita dan berinteraksi berbagai ruang ruang yang kita bangun, baik dari ruang proffesi, ruang hobby, ruang berpendapat, ruang  kerohanian, ruang berbagi suka-duka, dll. Tak ada lagi ruang yang berlabel penjurusan. Kita akan mewujudkan  kembali bangunan cita cita sekolah SMA St.Louis kita tanpa sekat masif masing masing kelas. Mereka adalah asset kita yang patut kita beri PENGHARGAAN

 

 

 

 

MISI – PERTALIAN

KALAU BISA MENOLONG, KENAPA TIDAK

Kelanjutan dari visi pertemanan adalah misi menolong.

Kemampuan menolong pada dasarnya digerakkan oleh perasaan atau naluri  memiliki “kelebihan” di banding yang akan ditolong. Memiliki benar benar lebih,  tetap pada wacana perasaan, karena bisa saja  pihak yang kekurangan pun dapat mempunyai naluri ingin menolong,  atau sebaliknya pihak yang berlebih merasa kekurangan dan  bernaluri ingin di tolong. Wilayah relatif . Dan kelebihan atau kekurangan dimaksud tidak melulu diartikan materi.  Melainkan dapat diperluas dala arti  social, spiritual, kesehatan, pengetahuan, dll

Mungkin hambatan terbesar dalam ber uni fikasi dalam keberagaman adalah adanya tendensi justifikasi akan kewajiban menolong atau sebaliknya wajib ditolong dalam artian sempit materi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Ada baiknya dalam konteks “Bond of Fiendship” kita, maka semua hal yang menyangkut rasa, naluri, tendensi, justifikasi diatas kita simplifikasi menjadi : Kalau bisa menolong, kenapa tidak.

Tidak ada dalam keanggotaan kita yang wajib menolong atau wajib di tolong. Semua keputusan berpulang kepada naluri masing masing anggota.  Dan tidak ada justifikasi atas keputusan yang diambil. Tetapi apabila ada pihak yang perlu di tolong dan ternyata dengan adanya gagasan ini menjadi tertolong, maka itu akan menjadikan nilai dari pembentukan Forum Komunikasi kita lebih eksis dan berguna.

Bertolak dari gambaran visi pertemanan yang kita emban, maka sewajarnya kita terpanggil untuk mengejawantahkan  misi  pertemanan menjadi ikatan yang solid. Misi  yang mampu menjabarkan dan memformulasikan suatu bentuk lembaga  dengan pertalian yang formal. Lembaga yang secara resmi dirasakan kepemilikan nya oleh setiap alumni angkatan 81 yang mana keberadaannya  di support secara total karena benar benar rasa ter wakil i  dan berguna bagi anggotanya.